Cegah Kematian Massal Ikan, Mahasiswa IPB Ciptakan Poker

110

Berkurangnya kandungan oksigen di perairan oleh kekeruhan menyebabkan proses fotosintesis fitoplankton sebagai penghasil oksigen di kolom perairan menurun. Kandungan oksigen terlarut dan kekeruhan perairan yang berubah-ubah menyebabkan ikan sulit melakukan adaptasi secara cepat.

Melihat permasalahan kematian massal ikan yang pernah terjadi di Teluk Jakarta, beberapa mahasiswa Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor  (IPB), diketuai  Slamet Riyanto  bersama tim yang terdiri dari Imam Syafi’i, Agung Tri Nugroho, dan Muhammad Sanubari melakukan diskusi tentang kematian ikan laut secara massal akibat kekurangan oksigen dan limbah.

Mereka tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).  Hasil diskusi tersebut menghasilkan ide bagi mereka untuk membuat alat pemantau kandungan oksigen terlarut dan kekeruhan secara real time melalui website internet browser, mereka menyebutnya Poker. Alat ini untuk mencegah kematian massal ikan agar tidak  terjadi kembali. Poker ini berukuran dengan tinggi 38 centimeter dan diameter maksimum 15 centimeter.

Desain Sistem Telemetri Poker melibatkan stasiun lapang, satelit, dan stasiun darat. Stasiun lapang merupakan tempat peletakan sensor Poker di wilayah pesisir pantai atau di antara tempat budidaya ikan laut. Satelit berfungsi untuk meneruskan data dari stasiun lapang menuju stasiun darat.

Stasiun darat terdiri atas radio penerima data, sistem komputer, dan petugas pengawas perikanan dan kelautan. Data oksigen terlarut dan kekeruhan yang diperoleh akan ditransmisikan ke satelit dan diteruskan menuju stasiun darat. Data tersebut akan ditampilkan menggunakan website. Alat ini merupakan prototipe stasiun lapang pemantau oksigen terlarut dan kekeruhan di wilayah pesisir yang berdekatan dengan wilayah budidaya ikan pesisir pantai. Poker diharapkan dapat menginformasikan perubahan oksigen terlarut dan kekeruhan secara real time.

Sehingga jika nilai kadar oksigen terlarut atau kekeruhan melebihi ataupun di bawah ambang batas ikan dapat bertahan hidup, maka petugas pengawas yang berada di darat dapat melakukan tindakan pencegahan atau memberi instruksi kepada para pembudidaya untuk melakukan pemanenan ikan agar terhindar dari kerugian. “Pengembangan Poker akan dilakukan proses paten dan membuat beberapa stasiun lapang di seluruh Indonesia, agar wilayah budidaya ikan laut dapat dipantau dengan mudah melalui website. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan produksi hasil budidaya perikanan dan kelautan, serta mengurangi kematian ikan secara masal,” ungkap Slamet. (IRM/ris)