BOGOR (Pos Kota) – Prof. Dr. Ir. Indra Jaya, M.Sc dikenal sebagai peneliti inovatif dengan inovasi-inovasinya yang cukup banyak di Institut Pertanian Bogor (IPB). Guru Besar Akustik Bawah Air IPB ini telah mengembangkan 18 produk teknologi yang beberapa diantaranya telah didaftarkan untuk memperoleh sertifikat paten.

Lima produk teknologi yang telah terdaftar adalah fry counter, alat pengukur tingkat kesegaran ikan, pemberi pakan ikan/udang otomatis, instrumen pembeda jenis kelamin ikan koi dan alat sortir serta penghitung ikan hidup.

Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK, IPB ini meraih gelar Doktor di bidang Underwater Acoustics/Marine Studies dari University of Delaware, DE, Amerika Serikat pada tahun 1996. Setelah meraih gelar doktor (S3), Prof.Indra Jaya mendapatkan kesempatan untuk Post Doctoral selama setahun di Department Mathematics, Rensselaer Polytechnic Institute (RPI), Troy, New York, Amerika Serikat.

Pria kelahiran Palopo, Sulawesi Selatan 10 April 1961 ini, terbiasa hidup berdampingan dengan masyarakat yang mengandalkan hidupnya dari sumberdaya alam seperti bertani, beternak, mengumpulkan hasil hutan, membudidayakan ikan dan menangkap ikan.

Kita tahu, penduduk Sulawesi Selatan sejak dulu adalah pedagang dan pelaut ulung yang gigih melintasi laut serta selat membawa hasil bumi ke seantero nusantara.

Pendidikan dasar dan menengahnya pun ditempuh di Kota Makassar, kota pantai yang menghadap langsung ke Selat Makassar.
Di tahun terakhir Sekolah Menengah Atas (SMA), Indra Jaya muda mendapat kesempatan mengikuti pertukaran siswa American Field Service (AFS) pada tahun 1979/1980 (selama setahun) dan ditempatkan di Kota Depoe Bay, kota pelabuhan kecil di negara bagian Oregon, Amerika Serikat.

“Pada musim-musim tertentu, dari tepi pantai Oregon, dapat dilihat puluhan hingga ratusan paus bermigrasi dari perairan Alaska ke California,”kenangnya.

Bentang alam laut (seascape) yang luas dan dalam selalu menarik perhatiannya. Maka tidak mengherankan, setelah diterima di IPB.

(yopi/sir)