Mahasiswa IPB Ciptakan Teknologi Pemantau Perairan Indonesia

187

Perkembangan teknologi komunikasi dapat dimanfaatkan oleh berbagai bidang termasuk dalam ilmu kelautan. Telemetri, sebuah bentuk komunikasi nirkabel yang dibuat untuk memantau sebuah tempat secara waktu nyata dari tempat yang jauh. Sekolompok mahasiswa melalui PKM Karsa Cipta (PKM KC) yang trerdiri dari Muhammad Sanubari, Slamet Riyanto, Imam Syafi’i, dan Agung Tri Nugroho memanfaatkan teknologi telemetri untuk memantau keadaan terkini perairan Indonesia. Berangkat dari masalah penurunan kualitas air laut di Indonesia dan kesulitan mengambil data karena perangkat yang telah ada di Indonesia menghendaki pengambilan data harus dilakukan secara langsung.

Kegiatan tersebut tergolong sulit karena menghabiskan biaya yang besar serta data yang diterima terbatas hanya pada saat pengukuran. Muhammad Sanubari bersama tim PKM KC menggagas sebuah perangkat pengukur kondisi air laut berbasis telemetri yang dinamakan “Simetri”. Simetri memudahkan masyarakat yang ingin mengakses data sebuah perairan melalui website dan yang menarik adalah data yang ditampilkan adalah data terkini dari yang dicatat oleh wahan Simetri di bawah laut.

Teknologi telemetri akan membuat data suhu, salinitas, dan turbiditas air laut dari sensor dalam wahana bawah air dikirim menggunakan sinyal nirkabel ke server yang kemudian dapat diakses menggunakan internet. Informasi dapat dilihat atau diunduh berdasarkan kebutuhan pengguna. Rancang bangun Simetri terdapat beberapa bagian yaitu casing sebagai tempat berbagai rangkaian sensor untuk dipasang di bawah air. Perancangan casingdibuat agar mudah dibongkar pasang dan dikemas dengan mudah.

Sensor disimpan di dalam ruangan kedap air dan terhubung kepada kotak komponen yang berada di atas permukaan air yaitu du bagan apung laut. Pada kotak komponen dipasang Raspberry pi 3, modem WiFi, RTC DS1307, mikrokontroler arduino mega, dan sumber daya Accu. Kotak komponen dan kotak sensor dihubungkan menggunakan kabel transmisi data, hasil pengukuran yang didapat sensor dikirimkan ke Raspberry menggunakan bahasa phyton. Data pun diolah oleh raspberry untuk dikirimkan ke database MYSQL melalui jaringan internet. Database menyimpan data secara online dan dimasukkan ke dalam halaman web yang telah tersedia.

Website Simetri sendiri dirancang menggunakan berbagai bahasa pemrograman seperti CSS, PJP, Javascript, HTML, XML, dan Coldfusion. Melalui Simetri diharapkan kualitas perairan dapat diketahui dan dimanfaatkan untuk keperluan akademik dan sebagainya. Data kondisi laut juga dapat dijadikan bahan dasar pengambilan kebijakan mengenai pengelolaan laut. Dengan terjaga normalnya perairan laut di Indonesia juga turut menjaga kekayaan biota dan ekosistem yang ada di dalamnya. (EAW/NM)