Mahasiswa IPB Kreasikan Kapal Canggih untuk Jaga Laut dari Kapal Asing

109
Maraknya illegal fishing yang dilakukan oleh Negara asing menunjukkan bahwa kedaulatan wilayah laut Indonesia sangat rentan diterobos oleh Negara asing sehingga dapat meningkatkan ketegangan di kawasan Asia-Pasifik yang juga sangat berpotensi menimbulkan konfllik yang mengancam kedaulatan Indonesia.
Berawal dari masalah itu, tiga mahasiswa IPB  merancang sebuah kapal autonomous yang dapat menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia dari ancaman masuknya kapal asing yang disebut sebagai Swarm-Ship. Mereka adalah Chaidar Aji Nugroho, Ahya Mudah Siti Rohmawati,  dan Ahmad Vidura yang merupakan mahasiswa Departemen Ilmu Teknologi dan Kelautan (FPIK), dibawah bimbingan Prof Dr Ir Indra Jaya, MSc.
Chaidar Aji Nugroho menjelaskan bahwa Swarm-Ship merupakan kapal yang dilengkapi dengan sistem swarm intelligence, dengan sistem ini diharapkan kapal dapat terintegrasi satu sama lain dan melakukan beberapa formasi untuk penyergapan/ penyerangan/ pertahanan. “kapal Swarm-Ship yang kami rancang ini,  berbeda dengan kapal pengintai lainnya, karena sistem pengintaiannya tanpa menggunakan awak kapal. Sehingga menurunkan resiko jatuhnya korban,” terang Chaidar.
“Pada Swarm Ship,  kapal akan diintegrasikan dengan radar. Radar akan mengirimkan informasi koordinat maupun arah agar kapal dapat menuju kearah musuh dengan formasi tertentu.” ungkap Ahmad Vidura ketika ditanya soal mekanisme kerja Swarm-Ship.
Saat ini, Chaidar dan timnya telah menyelesaikan tiga buah kapal  Swarm- Ship yang terdiri dari satu kapal instruktur dan dua kapal pendukung. Ahmad menerangkan bahwa, kapal instruktur memiliki peran dalam mengatur dan mengendalikan kapal pendukung. Keunikan lainnya adalah, kapal instruktur ini memiliki peran untuk dapat mengatur formasi langkah penyergapan pada kapal asing.
Untuk dapat mengetahui apakah kapal yang telah dirakit berfungsi atau tidak maka dibutuhkan pengujian terlebih dahulu. Ahmad Vidura menerangkan bahwa kapal yang telah dirakitnya sudah berhasil diuji di danau Situ Gede,  dan akan dilanjutkan di untuk diimplementasikan di Laut.
“Rencananya, kedepan kami ingin agar karya Kapal Swarm-Ship dapat dipatenkan. Kami berharap agar  karya ini dapat lolos mewakili IPB hingga PIMNAS, serta menjadi salah satu solusi bagi negara, khususnya di bidang pertahanan dalam mengadapi  maraknya Ilegal Fishing, “ tambah Ahya sekaligus menutup wawancara.
SHARE
Previous articleResume SAUVC 2018