Kedatangan Tim Nusantara-AUV di kampus IPB Dramaga, Bogor disambut dengan hangat oleh Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Dr Luky Adrianto di ruang Dekanat pada Rabu, 15/03/2017. Tim Nusantara-AUV yang terdiri atas mahasiswa dan dosen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK-IPB) usai mengikuti kompetisi Singapore AUV Challenge (SAUVC) 2017 di Singapore Polytechnic, 10-13 Maret 2017 sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia.

SAUVC 2017 diikuti oleh 26 tim dari 13 Negara, namun ada sebanyak 13 tim yang berhasil registrasi dan hanya 9 tim yang berhasil melewati babak kualifikasi, termasuk Tim Nusantara-AUV Indonesia. Tim Nusantara-AUV dinilai mampu bersaing dengan Tim dari negara lain, terbukti bahwa Nusantara-AUV mampu melewati 2 dari 4 misi yang dilombakan dengan lancar.

17309220_605815052944517_4730715514912897079_n

“Kita semua sudah berjuang sebaik mungkin dan sudah membuktikan bahwa kita (Tim Nusantara-AUV Indonesia) bisa Qualified dan perfomance kita beda tipis dengan tim dari negara lain. Target kita tahun depan ikut SAUVC 2018 with all mission/tasks accomplished PLUS ikut ROBOSUB di San Diego, Amerika Serikat. Kita mesti jadi tim Indonesia pertama yang ikut di ROBOSUB,” ujar Prof Indra Jaya, selaku dosen pembimbing tim dan pembina Marine Instrumentation and Telemetry (MIT) Club , Rabu (15/3/2017).

Selama ini, mahasiswa ITK yang tergabung dalam MIT Club tercatat pernah menjadi tim Indonesia pertama dalam ajang internasional yaitu kontes ROV di Hong Kong (2015) dan kontes SAUVC di Singapura (2017), sehingga diharapkan pada tahun 2018 mendatang MIT Club IPB mampu mengirimkan tim yang akan menjadi perwakilan pertama Indonesia untuk berlomba di ajang ROBOSUB.

Rencananya, persiapan untuk menyambut SAUVC 2018 akan dimulai pertengahan 2017 untuk mematangkan konsep dan memperbanyak ujicoba di lapang. Target untuk SAUVC 2018 yaitu Nusantara-AUV (generasi 2) mampu melewati semua misi yang dilombakan dengan baik dan lancar.

“Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan diharapkan mampu mengembangkan robotika bawah air yang memiliki kemampuan fungsional dan terintegrasi untuk efektifitas fisheries and marine observation”, ujar Dekan FPIK, Dr Luky Adrianto pada Rabu, (15/3/2017).

17192366_605829399609749_3738790498167043774_o 17239800_605813086278047_5700311076467711908_o