Gerhana Matahari Total (GMT) merupakan salah satu peristiwa alam yang besar dan langka, dimana posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sedemikian sehingga seluruh cahaya matahari tertutupi. GMT terakhir kali terjadi di Indonesia pada tahun 1983. Guna lebih mengenal dan memahami peristiwa alam yang langka ini, Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK-IPB) bersama Universitas Khairun dan Universitas Sultan Nuku, Ternate, melakukan pengukuran pasang surut (pasut) di tiga lokasi yang dilintasi GMT.
Sebagaimana diketahui bahwa gerak naik turunnya permukaan air laut yang dikenal sebagai pasut dipengaruhi oleh gravitasi benda langit, khususnya Bulan dan Matahari. Pengukuran pasut dilakukan dengan menggunakan “acoustic tide gauge instrument” yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Indra Jaya dan tim Departemen ITK. Posisi stasiun pengukuran adalah: Ternate (00 46′ 3.35″ LU?127 22′ 41.74″ BT), Tidore?(00 39′ 0.97″ LU?127 26′ 44.46″ BT), Weda Halmahera Tengah (00 19′ 40.38″ LU?127 52′ 40.11″ BT).
Stasiun Ternate sudah merekam data sejak 3 Maret 2016 jam 16.15, stasiun Tidore mulai merekam jam 21.10, dan stasiun Weda mulai merekam data pada 4 Maret 2016. Pengukuran direncanakan akan dilakukan selama 14 hari. Pengukuran lapang dikoordinir oleh Salnuddin, dosen Universitas Khairun dan saat ini sedang menempuh pendidikan pascasarjana Program Studi Teknologi Kelautan IPB.***

 

subject : Gerhana Matahari , Departemen ITK , FPIK , Prof. Dr. Indra Jaya